Rabu, 06 April 2016

tugas makalah tari pakarena




TUGAS SENI BUDAYA

TARI “PAKARENA”
SULAWESI SELATAN


X APK 1










PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK NEGERI 1 POGALAN TRENGGALEK
TAHUN AJARAN 2014/2015
DISKRIPSI DAN KRITIK TARI PAKARENA

A.   DESKRIPSI TARI PAKARENA

1.Pengertian

Tari Pakarena adalah tarian tradisional yang diiringi oleh 2 (dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik). Tari pakarena di Sulawesi selatan terdapat di dua kabupaten. selain tari pakarena dari kabupatan Gowa yang pernah dimainkan oleh maestro tari pakarena Maccoppong Daeng Rannu, terdapat juga jenis tari pakarena lain yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar,  yaitu “Tari Pakarena Gantarang”. Disebut sebagai Tari Pakarena Gantarang karena tarian ini berasal dari sebuah perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu, yaitu Gantarang Lalang Bata. Tarian yang dimainkan oleh kurang lebih empat orang penari perempuan ini, pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata. Pakarena adalah bahasa setempat berasal dari kata Karena yang artinya main.Tarian ini mentradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan wilayah bekas Kerajaan Gowa.

2.     Latar belakang penciptaan

a.      Asal

Tarian ini berasal dari daerah Gowa, Sulawesi Selatan.

b.      Pencipta

Pencipta Tari Pakkarena, Andi Ummu Tunru Ia merupakan putri dari pasangan Andi Bau Tunru Karaeng Kaluarrang dan Hj Andi Humaya Tunru Petta Pudji.Ia mulai menari sejak berusia tujuh tahun. Pada usia sembilan tahun, ia belajar menari tradisi Bugis-Makassar kepada guru-guru tari di lingkungan kerajaan.

c.      Sejarah Tari
Masyarakat meyakini bahwa Tari Pakarena Gantarang berkaitan dengan kemunculan Tumanurung.Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi.Petunjuk yang diberikan tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian di kenal sebagai Tari Pakarena Gantarang.
Hal senada juga dituturkan oleh salah seorang pemain Tari Pakarena Makassar Munasih Nadjamuddin.Beliau mengatakan bahwa Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) pada zaman dahulu. Sebelum berpisah, botting langi mengajarkan kepada penghuni lino mengenai tata cara hidup, bercocok tanam hingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan, badan dan kaki. Gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual ketika penduduk di bumi menyampaikan rasa syukur pada penghuni langit.

3.     Jenis Tari

Tari Tradisional

Tari Klasik , karena Tari Pakarena yang pada mulanya merupakan tarian pemujaan dimana keyakinan manusia pada masa lampau bergantung kepada alam tak nyata atau alam gaib, dimana tari merupakan salah satu cara untuk menyampaikan hasrat atau keinginan akan berhasilnya suatu yang diinginkan, persembahan seperti ini hampir sama, yakni ketika manusia masih hidup dalam kehidupan alam primitive. Bahwa pernyataan gerak adalah lambang komunikasi manusia antara manusia, utamanya kepada Dewata atau Batara.
Kemudian setelah masuknya agama Islam di daerah (Rumpun yang memelihara tari Pakarena, antara lain; Gowa, Bantaeng, Jeneponto, Selayar, Takalar). Tari Pakarena ini telah menjadi tari adat, dimana tari tersebut hidup dan berkembang dalam lingkungan istana yaitu diadakan pada upacara-upacara adat. Hingga dengan pesatnya perkembangan Kerajaan Gowa, sejak Tumanurung merajai Butta Gowa (Daerah Gowa) sampai saat pemerintahan Sultan Hasanuddin menjadi raja. Tamu-tamu terhormat dan tarian ini tetap terpelihara dalam istana

4.     Fungsi
Dalam masyarakat Makasar Sulawesi selatan, banyak dijumpai berbagai macam tari yang berkaitan dengan fungsi sosialnya, seperti tari-tarian yang muncul pada saat upacara adat. Dalam dunia tari yang terdapat di Makasar Sulawesi selatan dikenal beberapa tari tradisional yang berfungsi sebagai sarana Upacara adat seperti, tari Pajoge, tari Pattudu, tari Pagellu, serta Tari Pakarena yang  merupakan rangkaian peristiwa dari kehidupan manusia, sehingga sering disebut tarian yang bersifat ritus/ritual
Tari tradisional tersebut pada awalnya dilaksanakan pada waktu upacara adat, Saat ini kalau dilihat keberadaannya,  tari-tari tradisional sudah jarang muncul, mungkin saja disebabkan oleh kegiatan upacara adat yang  jarang dilaksanakan, hingga keberadaan tari tradisi tersebut berubah fungsi sebagai pertunjukan hiburan.
5.     Nilai Estetis

Nilai estetis yang terkandung dalam tari pakarena terletak pada unsur-unsur tari. Seperti pada saat menari, penari tidak diperkenankan membuka mata terlalu lebar. Gerakan kaki penari, tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Jadi penarinya dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima.


6.     Unsur-Unsur

a.      Tema
Tema tari pakarena adalah Cerita rakyat, pada awalnya tarian ini berkisah  tentan perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) pada zaman dahulu.
            Masyarakat meyakini bahwa Tari Pakarena berkaitan dengan kemunculan Tumanurung.Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi.Petunjuk yang diberikan tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian di kenal sebagai Tari Pakarena Gantarang.


b.      Penari
Penari dalam tari pakarena adalah wanita dewasa. Dengan 4 penari atau lebih. Dengan usia penari tidak ada batasan, kira-kira 15 tahun sampai 80 tahun. Dengan peran sebagi Tumarunung.Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi.

c.      Gerak

Gerakan dalam tari pakarena termasuk dalam gerak maknawi karena, Gerakan dari tarian ini sangat artistik dan sarat makna, halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya.Tarian ini terbagi dalam 12 bagian.Setiap gerakan memiliki makna khusus.Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir Tarian Pakarena.Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam, menunjukkan siklus kehidupan manusia.Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan.Aturan mainnya, seorang penari Pakarena tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar.Demikian pula dengan gerakan kaki, tidak boleh diangkat terlalu tinggi.Hal ini berlaku sepanjang tarian berlangsung yang memakan waktu sekitar dua jam. Sebuah cerminan wanita Sulawesi Selatan. Gandrang Pakarena, adalah tampilan kaum pria Sulawesi Selatan yang keras.

Ragam gerak  tari pakarena
·        Sambori’na (berteman)
·        Ma’biring kassi’ (bermain ditepi pantai)
·        Anging kamalino (angin tanpa berhembus)
·        Digandang (berulang-ulang)
·        Jangan lea-lea (ayam yang mundur-mundur sementara berkelahi)
·        Iyale’ (sebelum menyanyi ada seperti aba-aba) nyanyian tengah malam
·        So’naya (yang bermimpi)
·        Lambbasari (hati timur)

d.      Properti
Properti dalam tari pakarena adalah :
-         Kipas
-         Baju pahang
-         Sampur
-         Gelang khas sulawesi
-         Kalung

e.      Rias Dan Busana
Sedangkan kostum dari penarinya adalah, baju pahang (tenunan tangan), lipa’ sa’be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), dan perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar Kipas berukuran besar. Tatanan rambut penari tari pakarena adalah digelung dengan tambahan hiasan khas sulawesi yang meperindah tampilan rambut penari.

f.       Iringan
Iringan yang digunakan dalam tari pakarena bersumber dari pukulan 2 (dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik). Dan termasuk dalam sumbermusik eksternal.

7.     Tempat dan waktu pertunjukan

a.      Latar

Tempat pertunjukan tari pakarena dilakukan di panggung.Waktu pertunjukan biasanya dilakukan semalam suntuk, atau bila dalam acara-acara pertunjukan waktu dapat disesuaikan.

b.      Tata cahaya
Tata cahaya yang digunakan dalam pertunjukan tari pakarena adalah main light. Artinya pencahayaan dilakukan untuk keseluruhan bagian panggung. Hal ini bertujuan agar, penikmat pertunjukan dapat melihat seluruh penari dan keadaan panggung.

c.      Tata pentas
      Tata pentas atau tata panggung adalah penataan atau hiasan dekorasi pada panggung, fungsinya untuk memperindah panggung. Tari pakarena dipentaskan di panggung dengan dekorasi hiasan yang sangat kental dengan budaya sulawesi. Selain itu, dalam panggung juga tersedia seperangkat gamelan yang berfungsi sebagai sumber suara untuk memeriahkan suasana. Biasanya dalam pertunjukan atau pentas tari pakarena terdapat dua orang sinden yang mengiringi tari.





























B.  KRITIK TARI PAKARENA

1.     Keterkaitan antar unsur

Tema tari pakarena adalah Cerita rakyat,yang mengisahkan seorang bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi.
tari pakarena selalu dimainkan oleh perempuan dewasa ataupun remaja dengan jumlah lebih dari dua orang. tari pakarena identik dengan kipas dan sampur yang merupakan salah satu perlengkapan yang diwajibkan.
Dalam tari pakarena gerakan yang dimainkan dengan lemah lembut yang menggambarkan sosok bidadari dengan kelembutannya.

2.     Kelebihan tari pakarena

a.      Antara gerak dengan ketukan musik yang dimainkan dalam tari ini sangat kompak sehingga menjadikan tarian ini enak untuk dinikmati.
b.      Memiliki aturan yang cukup unik, seperti tidak diperkenankan membuka mata terlalu lebar, kaki tidak boleh diangkat terlalu tinggi dan sebagainya.
c.      Kesatuan sntara irama gendang dan alunan puik-puik sangat harmonis, sehingga menimbulkan kekhasan tersendiri.
d.      Dalam tarian ini tidak hanya penari yang melakukan gerakan, tetapi pemain alat musikpun juga ikut bergerak menggeleng-gelengkan kepala. Sehingga terkesan bukan hanya penari yang menguasai pertunjukan.
e.      Sinden dapat menyanyikan tembangnya dengan baik,dan dapat menyatu antara musik dengan baik.

3.      Kekurangan tari pakarena

      Gerakan yang seolah olah sama dan di ulang-ulang membuat penikmatnya bosan, ditambah lagi dalam tarian ini tidak ada seuah kejutan (klimaks) yang dapat membuat penasaran penonton.
       peralatan musik yang digunakan masih sangat sederhana. Sehingga efek suara yang dihasilkan terlalu sederhana.
      Penari dalam video tersebut terlalu berumur, yang kurang menampakkan seorang bidadari dengan kecantikannya. Jika saja penarinya diganti dengan gadis-gadis yang masih perawan atau masih kelihatan muda dan cantik, pasti tarian ini akan kelihatan lebih indah.


kenangan smk 2015



Pulau seribu pura

Ini adalah salah satu hal yang sangat dinanti-nanti oleh siswa sekolah. Benar, lliburan. tak ketinggalan, smk n 1 pogalan juga mengadakan liburan loo.. tapi liburan disini sedikit berbeda,pada tanggal 19 desember 2015, sekolah kita mengadakan study tour sekaligus KI (Kunjungan Industri ) ke Pulau Dewata atau yang populer dengan sebutan Pulau Bali. Kunjungan industri ini sangat penting bagi kita, karena sebagai sekolah kejuruan yang mengedepankan praktek kerja lapangan secara langsung. Disana kita akan mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan dunia kerja, yang tentunya sesuai dengan kompetensi keahllian di sekolah kita.
Pukul 10.00 WIB bus pariwisata sudah berjejer rapi di depan sekolah. Sebelum berangkat seluruh siswa yang akan mengikuti kegiatan ini, yaitu kelas XI mendapatkan pengarahan dari panitia penyelenggara. Setelah itu siswa memeasuki bus masing-masing sesuai dengan pembagian yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ada 9 bus pariwisata yang telah disiapkan untuk mengantar rombongan smkn 1 pogalan berkelilling di pulau elok itu. Mungkin sudah terbayang bagaimana lama dan capeknya perjalanan Trenggalek-Bali dengan angkutan bus pariwisata. Perjalan itu memakan waktu sekitar 18 jam lamanya. Tapi jangan khawatir, disepanjang perjalanan kita nggak bakalan bosan. Meskipun banyak yang pusing, mual-mual, bahkan yang sampai mabuk perjalan,namun itu hanya sesaat, karena di sepanjang perjalanan kita disuguhkan dengan berbagai pemandangan indah yang membuat enggan memalingkan pandangan. Tidak hanya itu,di dalam bus kita juga bisa berkaraoke bareng, joget-joget, atau pun yang lainnya.
Meskipun angkutan yang digunakan adalah bus. Dan bisa dikatakan perjalan darat, akan tetapi masih harus naik kapal laut untuk menuju Pulau Seribu Pura itu. Hal tersebut dikarenakan obyek wisata tujuan sudah berbeda pulau dan penghubungnya dalah selat Jawa. Sekitar pukul 04.00 WITA kapal sudah berlabuh di pelabuhan Gilimanuk Bali, dan perjalanan menuju tempat tujuan pertama yaiu Tanah Lot dilanjutkan. 3 jam kemudian kita samapi di tempat tujuan yaitu sekitar pukul 07.00 WITA. Selesai menikmati dan mengelilingi tanah lot tentu capek dan lapar. Kita kemBalil memulihkan tenaga dengan sarapan ditempat yang masih satu lokasi dengan tanah lot.
Bedugul, itulah tempat tujuan selanjutnya. Bedugul merupakan lokasi wisata yang berada di dataran tinggi bekas letusan gunung api yang sudah tidak aktif. Kali ini ada yang berbeda dengan perjalanan sebelumnya. Kita didampingi oleh Tour Guide atau yang lebih dikenal dengan pemandu wisata. Tour guide ini bertugas untuk mendampingi kita untuk menjelahai pulau tersebut. Selain itu Tour Guide juga memberikan informasi-informasi menarik seputar Bali, hal lain mengenai Bali juga dapat kita tanyakan pula pada beliau yang tentunya akan menambah wawasan kita. Di Bedugul kita dapat melihat keindahan berbagai tempat, antara lain pantai sanur dari kejauhan, danau batur, trunyan, yang merupakan tempat penguburan dengan sistem peletakan jenasah di liang lahat dengan kedalaman sekitar 20 cm tanpa ditimbun, namun tidak menimbulkan bau, dan lain lain.
Hari pertama di Bali dilalui dengan begitu menyenangkan. hari menjelang malam, kita melanjutkan perjalanan menuju ke penginapan masing-masing. Pagi-pagi kita sudah siap untuk memboyong diri menuju lokasi wisata selanjutnya di Bali. Pantai kuta. Pantai yang menjadi iconya kota Bali. Pantai yang sanat terkenal dilkalangan domestic mupun non domestik ini,meruupakan tempat wisata berjemur dan juga melihat matahari terbenam dengan keindahan pasir putihnya.Di tempat ini kita akan banyak dijumpai warga negara asing atau tempatnya bule yang sedang berlibur. Sepertinya wilayah kuta sudah menjadi tempat tinggal bagi para bule. Perjalanan menuju pantai kuta tidak menggunakan bus, tetapi ditempuh dengan menggunakan shuttle(angkutan kota semacam mini bus). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang berlebihan.

Pantai pandawa menjadi tujuan pertama wisata di hari kedua ini. Disebut “pandawa” karena di sekitar pantai tersebut banyak dijumpai patung-patung pandawa lima yang berdiri gagah. Di perjalanan kita di suguhkan dengan adanya ritual di pura yang ada di sekitar pantai itu. Berbicara mengenai adat istiadat, Bali merupakan wilayah yang masih kental budaya agama maupun budaya setempat. Hampir semua tempat di Bali dikeramatkan. Jadi kita tidak boleh sembarangan. Tingkah laku dan tutur kata harus benar-benar di jaga. Sebenarnya tidak hanya di Bali, dimanapun kita, kita harus menjada sopan santun.
Selepas dari pantai pandawa, saatnya kita shopping-shopping. Hore.. inilah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh siswa. kita akan mengunjungi tempat belanja yang sangat terkenal di bli dan hanya ada di Bali. Joger, ya itulah tempantya. disana kita dapat berbelanja berbagi macam baju, souvenir, dan sebagainya. Yang unik dari tempat ini adalah kita dapat membaca berbagai kata-kata unik, lucu, menarik dan yang jarang atau bahkan tidak ditemui dimanapun.
Ada pertemuan tentunya da perpisahan, begitulah pepetah mengatakan. Saatnya kita berpisah dengan Pulau Bali. Hari ketiga merupakan hari terkhir kita berwisaa di Pulau Bali. Waktunya kita untuk mengetahui monument perjuanan rakyat Bali. Tepat, museum Braja Sandi yang berlokasi di pusat lapangan Renon Denpasar Bali merupakan objek wisata menarik. Disana kita bisa menyaksikan berbagai miniature perjuangan rakya Bali pada masa penjajahan terdahulu. Sungguh perjalanan pada masa penjajahan terdahulu. Sungguh perjalan yang serasa singkat sekali. Namun selain itu di hari ketiga ini kita akan melakukan kunjungan industri sesuai dengan jurusan. APK, AK, BBT dan PMS mengunjungi DEWATA KONVEKSI,MM,TKJ mengunjungi TVRI Bali, sedangkan jbg kunjungn industrinya tidak di Bali melainkan di salah satu hotel di Malang.
Perjalanan wisata dan kunjungan industri di Bali tidak sesingkat yang tertulis, masih banyak cerita-cerita dan pengalaman-pengalaman mengesankan yang kita dapat. Mulai dari menginjakkan kaki di bus untuk berangkat ke Bali,sampai  menginjakkan kaki untuk turun dari bus. Bukan hanya itu saja, kita mendapatkan bonus tambahan lohh, yaitu naik kapal laut. Untuk yang baru pertama kali naik kapal, tentunya memberikan kesan tersendiri yang gak bakal di lupain.
Perjalanan pulang pun masih kami lalui dengan semangat, yaa.. meskipun dengan berat hati harus rela meniggalakan pulau dewata yang penuh budaya itu. Terima kasih yang tiada habis kami ucapakan kepada para pembina yang telah berhasil mengantarkan kami untuk berkunjung, berwisata, dan berssenang-senang di pulau dewata. Tidak hanya itu, berkat perjalanan ini kami juga mendapatkan bayak pelajaran yang tentunya tidak akan didapatkan di sekolah.
Sekitar pukul 09.00 WIB satu persatu rombongan smkn 1 poglan sampai ke depan gerbang sekolah dengan selamat. Yee.. pasti udah banyak yang kangen sama orang rumah. Kunjungn idustri dan study tour kali ini adalah salah satu pengalaman yang sangat berharga dan akan selalu terkenang selama jantung masih berdetak dan nafas masih berhembus.